Join The Community

Rabu, 18 Februari 2015

GADIS CANTIK PETE-PETE

Kalau anda pernah berkunjung ke kota Makassar, kesan pertama yang anda ketemukan di kota ini adalah sambutan hangat orang Makassar  yang memegang erat symbol “Ayam Jantan dari timur”. Orang Bugis Makassar  memiliki budaya patriotisme, rela mati demi membela kejujuran. Jika anda rindu dengan nilai-nilai  Persahabatan yang kian luntur termakan zaman maka saya sarankan anda berkunjung ke kota ini. Disana anda akan menemukan sisi lain yang tak pernah kita dapatkan kalau berada di kota-kota lain.

Sebagai kota Metropolitan, Makassar sangat ramai dengan wanita-wanita cantik dengan rupa yang eksotis. Masyarakat bugis/Makassar memaknai wanita tidak hanya ditempatkan sebagai Ibu rumah tangga, mereka justru sangat aktif diruang-ruang social. Perempuan bugis/makassar amat sangat cerewet kalau anda menyinggung wanita hanya di posisikan sebagai ibu rumah tangga, tugas terbaik mereka melanyani suami dan mengurus anak-anak. Orang bugis Makassar telah lama memahami arti kata “wanita” yang dipakai oleh konsep Gender yang baru disadari oleh orang eropa di abad 19.

Saya memang kurang memahami arti Cantik. Menurut saya cantik adalah konsep yang di dasarkan atas konstruksi Budaya moderen. Gadis cantik  digambarkan dengan kulit putih nan halus, tubuh langsing, bertubuh tinggi, memiliki hidung mancung. Bisa saja apa yang saya katakan cantik  adalah hasil dari konstruksi budaya ini. Atau mungkin saja anda juga memiliki referensi sendiri arti kata “cantik”?? Pikirkanlah sendiri.

Selama dikota Makassar saya selalu menggunakan Motor sebagai kendaraan andalan mengelilingi kota karena selain mudah juga bisa berbalik arah kalau terjadi macet alias melanggar. Maklum jiwa orang timur selalu ingin mencobah hal ekstrim nan baru. Namun kali ini teman saya iseng mengajak saya untuk naik kendaraan pete-pete menuju ke arah kos-kosanya dibelakang Asrama Kodim.

Mungkin Anda dapat membayang bagaimana rasanya kalau naik pete-pete!. Saya punya pengalaman setiap kali naik pete-pete selalu di temani Ibu-Ibu sepanjang perjalanan, kadang saya merasa bosan dengan suasana seperti itu. Sekedar info; Pete-pete adalah sebutan kendaraan ala Orang bugis/Makassar  sejenis taxi dan banyak ditemui dengan sebutan lain pada daerah-daerah kota di Indonesia.

Saran saya; bagi anda anak mahasiswa dengan penghasilan pas-pasan  atau hanya hidup dengan duit kiriman orang tua dari kampung seperti saya cara paling mujarap untuk menikmati kota Makassar adalah memakai kendaraan pete-pete ke titik tujuan anda. anda tidak perlu gensi karena pete-pete adalah kendaraan terbaik kalau anda terlambat dapat kiriman dari kampung, kendaraan ini disiapkan untuk segalah kalangan ekonomis di dalam kota.

Namun kira-kira Apa yang akan terlintas di pikiran anda jika saya menyebut kata Gadis cantik? Putuskan sendiri.

Saya punya presepsi buruk tentang gadis cantik. Mereka pasti tidak akan mungkin naik pete-pete karena hawa nya yang panas tanpa AC. Gadis cantik selalu menggunakan kendaraan yang dapat mencegah make up nya luntur. Hipotesa itu selalu saya gunakan untuk melihat gadis atau wanita cantik. Kaum tradisional Anhar Ghajali  pernah mengungkapkan kalau wanita selalu identik dengan symbol kemuliaan dan kekayaan. Ya pantas saja Gadis cantik selalu menjadi primadona bagi kaum Adam di kota metropolis.

Sejak diajak  teman saya untuk naik pete-pete untuk pertama kalinya saya harus memikirkan kembali asumsi itu. Mengapa? Saya pernah mendengarkan ucapan kawan saya Amriadi apa arti dari hipotesi ilmiah.Dia pernah menggungkapkan pendapatnya kalau teori/asumsi tidak dapat digunakan untuk membenarkan kenyataan dilapangan.

Sebenarnya saya belum mengerti maksud dari ungkapan itu?. Namun setelah berpikir panjang mungkin saja asumsi saya tentang “ gadis cantik” dapat digunakan untuk mengartikan hipotesa itu.

Seorang teman mengajak saya naik pete-pete bernomor 05 (kosong lima) jurusan Unhas menuju daerah cendrawasi dekat pantai Losasi.  Untuk pertama kalinya saya tidak merasa bosan dengan suasana perjalanan karena di sudut kursi pete-pete ada gadis cantik memakai rok mini duduk manis nan sopan. Kehadiran seolah memberi semangat saya untuk tetap menikmati suasana Jalan perintis kemerdekan yang menghubungkan kampus Unhas dengan kamus-kamus lain berlabel Unversitas di kota Makassar. Sesekali saya mencuri pandang Namun sedikit malu-malu kata Iwan Fals. Maklum saya hanya ingin memastikan kalau hari ini saya sedikit bejo dari hari-hari biasa.

Rupa kita tak perlu repot menatap keindahan Sang Hawa di Ruang Diskotik Malam atau tempat Karaoke atau di Restoran mewah, cukup naik pete-pete anda akan menemukan Kartini pandu ibu pertiwa. Inilah citra gadis cantik Makassar yang di tidak memiliki hayalan akan mewahan, gadis cantik Makassar yang sangat sederhana dan memiliki tempat istimewa. Saya banyak belajar hal baru arti kecantikan dari keindahan.

Inilah negeri yang  telah lama dibangun oleh nilai luhur patriot Sultan Hasanuddin terpatri dalam sanubari anak-anak muda. Keberadaan suku Bugis/Makassar telah membuka mata orang timur tentang arti gadis cantik sebagai karunia tuhan pencipta semesta alam.


. .






0 komentar:

Posting Komentar